Zul Evi Astar, Serahkan Satu Set Alat Musik ke SLB Luak Nan Bungsu Payakumbuh

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-  

Zul Evi Astar, calon anggota DPD-RI untuk daerah pemilihan Propinsi Sumatera Barat, terlihat hanyut dalam keharuan tatkala menyaksikan ratusan anak berkebutuhan khusus berjingkrak-jingkrak lugu dan gembira mengikuti irama musik chacha yang mewarnai kegiatan senam pagi yang berlangsung di halaman Sekolah SLB Luak nan Bungsu Payakumbuh, Sabtu (11/8).

Tanpa ia sadari, bersama Kepala SLB Luak Nan Bungsu, Irwansyah, serta puluhan guru yang mengajar di sekolah tersebut, Zul Evi Astar ikut bergoyang-goyang bersama ratusan anak penyandang disabilitas down syndrome itu.

“Saya benar-benar terharu melihat kepoloson anak-anak berkebutuhan khusus ini. Meskipun mereka memiliki keterbatasan berintegrasi, namun bukan berarti mereka tidak memiliki masa depan,” ungkap mantan Wasekjend DPD RI itu dalam pidatonya saat menyerahkan bantuan alat musik terdiri dari 1set dram Pearl Roadshow dan satu unit Keyboard Casio yang dihimpun dari para donatur dalam program “Celengan Adit Berbagi “.

Menurut Zul Evi Astar, sebagian besar anak difabel ini lahir dari keluarga tidak berkecukupan. Untuk itu, tidak ada salahnya, kondisi anak berkebutuhan khusus ini diperdengarkan ke khalayak ramai, sehingga nanti ada para donatur yang berkenan memberikan perhatian lebih terhadap anak difabel ini.

Menurut Zul Evi Astar, tentunya tidak hanya pemerintah saja yang diharapkan memperhatikan anak berkebutuhan khusus ini. Namun, semua eleman masyarakat juga dituntut untuk saling berbagi, karena anak-anak berkebutuhan khusus ini juga berhak untuk mendapatkan pendidikan.

“Kepada kepala sekolah beserta guru SLB Luak Nan Bungsu, pantas diberikan apresiasi, karena telah mendidik anak-anak berkebutuhan khusus ini dengan sabar penuh kasih sayang, sehingga seorang muridnya bernama Imansyah Aditya Fidri panggilan Adit telah mampu mengukir prestasi ditingkat nasional,” sebut Zul Evi Astar.

Dengan prestasinya menjadi seorang drummer ini, ulas Zul Evi Astra, Adit sudah menjadi icon yang sudah mampu mengharumkan nama keluarga, sekolah, Kota Payakumbuh dan Sumatera Barat. “Kita harap, dari sekolah SLB Luak nan Bungsu ini, akan lahir Adit… Adit yang hebat lain,” ulas Zul Evi Astar sembari mengharapkan bantuan satu set dram Pearl Roadshow dan satu unit Keyboard Casio dan sejumlah buku yang dihimpun dari para donatur dalam program “Celengan Adit Berbagi” ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah .

“Saya berharap, semoga bantuan yang diserahkan dan dihimpun dari para donatur dalam program “Celengan Adit Berbagi” ini, bukan merupakan bantuan terakhir yang disalurkan ke SLB Luak Nan Bungsu ini. Yang pasti, kita berharap bantuan yang diserahkan ini bisa menjadi motifasi bagi masyarakat untuk rela dan ikhlas memberikan dorongan dan bantuan untuk sekolah yang mengelola anak-anak berkebutuhan khusus ini,” pungkas Zul Evi Astar.

Sementara itu orang tua Adit, Emsyafri kepada awak media menyatakan bahwa, bantuan satu set dram Pearl Roadshow dan satu unit Keyboard Casio dan sejumlah buku yang diserahkan untuk SLB Luak Nan Bungsu dihimpun dari para donatur dalam program “Celengan Adit Berbagi” dan salah satu donaturnya adalah Bapak Zul Evi Astar yang berkenan hadir dalam penyerahan itu.

“Adit adalah pelajar di SLB Luak Nan Bungsu dan saat ini telah duduk di kelas 3 SMP. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat Adit bisa tumbuh dan beraktifitas menyerupai kondisi anak-normal normal sebayanya.  Walaupun masih banyak keterbatasan seperti kemampuan berbicara dan bersosialisasi, ternyata Adit punya kemampuan untuk bermain musik khususnya dram,” ujar Emsyafri.

Atas kemampuannya untuk bermain dram itu, sedikitnya sudah 7 kali Adit tampil dilayar kaca televise swasta nasional dan banyak manggung untuk mengisi acara-acara yang diundang khusus untuk kegiatan anak-anak difabel.

“Alhamdulliah, dari banyaknya kegiatan Adit sehingga mendapatkan penghasilan dan penghasilannya itu dijadikan modal untuk buka usaha kue kering dengan label Drummercookis yang pasarnya sudah merambah berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan,” ungkap Emsyafri.

Setelah mulai punya penghasilan sendiri dari usaha kue dan honor bermain drum, kegiatan Adit berlanjut dengan membantu teman-teman disabilitas melalui program “Celengan Adit Berbagi,” pungkas Emsyafri. (edw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *